Arsip

Archive for Januari, 2012

Dahlan Iskan: Duit Sogokan Bisa buat Buruh

Dahlan Iskan

TEMPO.COJakarta - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengimbau para pengusaha untuk menghentikan kebiasaan menyogok. Cara seperti itu, menurut dia, sudah ketinggalan zaman. “Akhirilah menyogok, lebih baik dana itu untuk menaikkan gaji buruh,” katanya di acara Seminar Strategi Investasi dan Portofolio di Jakarta, Jumat, 27 Januari 2012.

Menurut Dahlan, tahun 2012 membawa harapan dan tantangan yang besar. Ia memperkirakan situasi ekonomi yang membaik sebagai salah satu pemicu gejolak buruh. “Mungkin karena suasana kehidupan yang gegap gempita, orang ingin gajinya naik,” tuturnya. Itulah sebabnya Dahlan menilai lebih baik uang yang biasa dialokasikan untuk menyogok digunakan untuk menaikkan gaji karyawan.

Ia mengakui krisis ekonomi yang terjadi di Eropa mempengaruhi pengusaha melakukan berbagai cara untuk menjaga performa perusahaan, salah satunya menyogok. “Bahkan ada teman pengusaha yang bilang menyogok tak perlu besar,” katanya. Sementara ia mengatakan pengusaha harus menyadari bahwa mereka hanya bisa mengandalkan diri sendiri.

Menurut Dahlan, guncangan sangat wajar terjadi dalam dunia bisnis. Mengutip pepatah Cina ia mengatakan, “Mendung itu tidak akan terus-menerus di satu tempat, pasti dia akan bergeser atau berkurang.” Karena itu ia meminta agar para pengusaha yakin perekonomian Indonesia bisa maju. Ia menyakini bahwa krisis Eropa dan krisis buruh hanya akan menjadi guncangan kecil.

Sampai hari ini sejumlah buruh masih melakukan aksi mogok di ruas tol Jakarta-Cikampek. Aksi yang berlangsung sejak kemarin itu dilakukan untuk memprotes keputusan Pengadilan Tata Usaha Niaga memenangkan gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kemarin. Majelis hakim menyatakan pembatalan terhadap Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat yang mengatur penetapan upah minimum di Kabupaten Bekasi.

ANGGRITA DESYANI

http://www.tempo.co/read/news/2012/01/27/090380026/Dahlan-Iskan-Duit-Sogokan-Bisa-buat-Buruh

Kategori:Uncategorized

Dahlan Iskan Tersinggung, RI Harus Impor HP Termasuk Dus-nya

Januari 28, 2012 1 komentar

Surabaya – Indonesia hingga saat ini masih menjadi surga bagi handphone (HP) impor. Hal ini karena industri lokal enggan untuk merakit HP di dalam negeri akibat tingginya pajak impor komponen. “Pajak HP impor lengkap dengan dus-nya yang masuk ke Indonesia adalah 0 % sedangkan pajak komponen HP 10 %. Padahal itu HP utuh tapi nggak ada pajaknya,” kata Dahlan Iskan dalam sambutannya dalam acara peresmian PT Pelindo Marine Service (PMS) sebagai anak perusahaan PT Pelindo III di Jalan Prapat kurung, Jumat (27/1/2012). Ia pun sangat heran dengan ketidaklogisan pajak bea masuk impor tersebut. Adanya pajak pajak 10 % untuk komponen, secara otomatis industri HP dalam negeri akan berpikir seribu kali untuk merakit. Dahlan mengaku pernah menginstruksikan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) untuk mencoba meproduksi HP. Tetapi pajak tersebut menjadi masalah sehingga kalah bersaing dengan HP impor. “Atas permasalahan itu kemudian saya mendatangi menteri keuangan. Saya katakan ke beliau bahwa nasib saya ada di tangan beliau. Saya meminta agar pajak komponen HP ditiadakan atau 0 %,” tambah Dahlan. Gayung pun bersambut, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjanjikan akan segera meniadakan pajak terhadap komponen HP. Dahlan mengatakan bahwa 75 % kesuksesan BUMN ditentukan oleh kementrian BUMN. “Nggak apa apa lah HP-nya impor, tetapi saya tersinggung masa karton (dus/box) HP-nya juga impor,” tandas Dahlan.

http://finance.detik.com/read/2012/01/27/212812/1827656/1036/?991104topnews

Kategori:Uncategorized

Dahlan Iskan Mendadak Berkunjung ke Bontang

TRIBUNNEWS.COM, BONTANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, melakukan kunjungan ke PT Pupuk Kaltim (PKT) Bontang, Rabu (11/1/2012) pagi tadi.

Kunjungan mendadak ini dilakukan dalam rangkaian tour keliling Dahlan di sejumlah kabupaten/kota se-Kaltim, dalam rangka rencana pembukaan lahan pertanian padi seluas 100 ribu hektare di Kaltim.

Dahlan tiba di Bontang dengan menggunakan helikopter MI-17 V5, sekitar pukul 10.00 Wita, di Bandara PT Badak NGL.

Turut serta dalam rombongan menteri, Dirut PT Pusri Holding Arifin Tasrif, Dirut PT Pupuk Kaltim Aas Asikin Idat, serta sejumlah Dirut BUMN lainnya, seperti Dirut Sang Hyang Sri, Perhutani, Pertani dan Inhutani.

Selama di Bontang, Dahlan Iskan menyempatkan diri berdialog dengan Presdir PT Badak NGL, Hanung Budya sekitar 10 menit, dilanjutkan dengan plant tour ke dalam lokasi pabrik PT PKT sekitar 30 menit.

Kunjungan diakhiri dengan makan siang bersama di restoran Bontang Kuring PKT, sekitar pukul 11.00 Wita.

Usai makan siang, Dahlan yang hanya menggunakan baju kaos putih lengang panjang, dipadu celana kain biru dan sepatu kats, langsung memberikan pengarahan kepada jajaran Dirut BUMN.

Kendati demikian, materi pengarahan itu dilakukan secara terbuka, Ia minta supaya tidak dijadikan bahan berita.
“Teman-teman wartawan silahkan mendengar sebagai backgroud, tapi tidak untuk dipublikasikan,” ujar Dahlan Iskan.

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Udin Dohang

http://www.tribunnews.com/2012/01/11/dahlan-iskan-mendadak-berkunjung-ke-bontang

Kategori:Uncategorized

Siapkan Rp9 T, Dahlan Iskan Berburu Lahan di Kaltim

BALIKPAPAN - BUMN siapkan dana Rp9 triliun untuk penciptaan lahan sawah baru seluas 100 ribu hektare (ha). Saat ini Kementerian BUMN tengah membidik Kaltim yakni wilayah Berau, Paser, Kubar dan Kukar untuk program ini.

“BUMN kita Rp9 triliun aloaksikan tahun ini. Kita akan sampaikan kita sungguh-sungguh tahun ini harus teralisasi. Dan nanti pendekatan tetap pendekatan korporasi. Kita akan sertifikatkan lahan tanah itu nantinya,” ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan saat pertemuan dengan gubernur Kaltim Awang Faroek bersama 14 bupati/walikota se-Kaltim, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal HP serta sejumlah dirut perusahaan-perusahan BUMN di Hotel Gran Sinyiur, Balikpapan, Selasa (10/1/2012) malam.

Menurut Dahlan, program ini dinilai penting dan harus sukses,  karena itu sudah waktunya beras ditangani oleh korporasi bukan lagi hanya cara tradisional. Dia juga menyebut persoalan beras jika tidak ditangani bahkan menimbulkan krisis beras dapat memicu stabilitas politik dan ekonomi di masyarakat.

“Pemikirannya kita ini malu impor beras terus. Kalau ada apa-apa seperti  krisis beras Implikasi beras pada politik. Kebanggaan ekonomi dan politik tidak ada lagi kalau terjadi krisis beras. Beras itu penting, kaitannya dengan inflasi tahun 2011 lalu kita dapat tekan 3,9 pesen. Dan ini inflasi terbaik. Karena kita gelontorkan 500 ribu ton raskin dan OP . jumlah yang kita gelontorkan sebanyak itu itu sepanjang sejarah,” jelasnya.

Karena itulah Dahlan menilai BUMN harus langsung menangani persoalan beras. Apalagi saat ini otonomi daerah, peran Menteri pertanian tidak all out seperti dulu. “Seharusnya bupati dan gubernur yang berperan jaga stabilitas beras. Saya ragu kalau sekarang ini ada bupati yang cinta sawah,” tandasnya.

Karena ini menyangkut uang perusahaan kata Dahlan maka pertanggungjawabannya berbeda dengan uang APBN. Uang BUMN ini akan lebih rumit dan pertanggungjawaban harus melihat dari sisi perusahaan. Untuk itu pihaknya akan melakukan kajian selama satu bulan.

“Harus sukses dan kita minta ada kajian satu bulan ini kita putuskan  program ini di Kaltim atau tidak. Atau daerah lain. Sayang  memang kalau Kaltim tidak rebut Rp9 triliun ini,” ucapnya.

Sementara Gubernur Kaltim Awang Faroek menyatakan optimistis program ini dapat terlaksana di Kaltim dan pihaknya siap untuk mengalokasikan lahan yang cetak sawah bar. “Kalau pak menteri All out kita akan lebih all out,” ucapnya.

Program ini kata Awang harus melibatkan masyarakat  karena selama ini investor yang masuk cendrung mengesampingkan rakyat. Awang mengatakan Kaltim telah menyiapkan  lahan sekitar 200 ribu ha yang saat ini kenyataan terdapat 300 ribu ha yang tersebar di 10 kabupaten seperti di antaranya di kabupaten Bulungan, PPU, Kubar, Nunukan, Kukar, KTT,  Berau. (wdi)

Amir Sarifudin – Okezone

http://economy.okezone.com/read/2012/01/11/320/555064/siapkan-rp9-t-dahlan-iskan-berburu-lahan-di-kaltim

Kategori:Uncategorized

‘Sepakbola di Indonesia Terlalu Politis’

Jakarta - Kisruh yang masih saja terjadi di organisasi bernama PSSI dinilai karena terlalu jauh bersinggungan dengan masalah politik. Diperlukan orang-orang yang masih murni untuk mengurusi dunia yang satu ini.

Hal itu dikemukakan Dahlan Iskan, menteri BUMN yang belakangan ada yang menjagokannya untuk memimpin PSSI, walaupun wacana Kongres Luar Biasa (KLB) masih kontroversial bagi sebagian kalangan.

Namun, secara umum ia mengatakan, harus ada perubahan paradigma bagi seseorang untuk mengepalai PSSI jika ingin berhasil memberi perubahan yang signifikan buat perkembangan sepakbola di tanah air. Ia juga tak ingin pengurus PSSI masih terlibat dengan konflik yang lalu-lalu.

“Menurut saya, banyak pihak yang bercokol di PSSI selama berpuluh-puluh tahun. Dan itu memberi dampak yang tidak baik bagi perkembangan PSSI itu sendiri,” tutur Dahlan saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com di kediamannya di kawasan Kelintang Baru, Surabaya, Minggu (8/1/2012).

“Saya tidak berani berandai-andai. Tapi kalaupun saya jadi dicalonkan, banyak syarat yang wajib dipenuhi. Salah satunya adalah saya ingin mengubah paradigma,” sambungnya.

Ia menambahkan, jika dirinya menjadi ketua umum PSSI, ia mengaku ingin mencari sumber daya manusia yang murni, karena saat ini dunia sepakbola sudah jauh diwarnai politik.

“Saya masih mau mencari yang murni, yang tidak terkait sama politik, dan tidak akan mempolitikkan sepakbola,” tukas mantan Dirut PLN yang juga tokoh pers nasional itu.

Hal lain yang ia pikirkan untuk pengurus PSSI adalah, di masa mendatang figur-figur itu harus berumur di bawah 45 tahun, dan tidak ingin mereka masih berpotensi terlibat konflik seperti yang sudah-sudah.

“Anak muda sekarang hebat-hebat kok,” simpulnya.

Norma Anggara - detikSport

http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2012/01/08/190906/1809789/76/sepakbola-di-indonesia-terlalu-politis?b99110270

Kategori:Uncategorized

Ferry: Persoalan Sudah Berat, SBY Akan Restui Dahlan Iskan

Januari 7, 2012 1 komentar

Dahlan Iskan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dahlan Iskan dianggap sebagai sosok yang tepat sebagai Ketua Umum PSSI menggantikan Djohar Arifin Husin. Sehingga tidak ada hambatan berarti meski kini menjabat sebagai Menteri BUMN.

Hal itu diutarakan oleh Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus dalam konferensi pers dukungan terhadap Dahlan Iskan dari Pengprov PSSI DKI Jakarta dan Persija Jakarta di Senayan, Jakarta, Jumat (6/1/2012).

“Saya punya intuisi Presiden SBY akan memberi restu kepada beliau (Dahlan Iskan) karena persoalan sepak bola sudah berat dan akan menggangu stabilitas nasional. Sementara kalau melihat pengurus sekarang, belum bisa memperbaiki persepakbolaan nasional,” paparnya.

Ferry meyakini Presiden tentunya telah melihat kondisi persepakbolaan Indonesia. Apalagi saat ini PSSI terpecah dengan adanya dualisme yang belum jua terselesaikan.

Sementara itu, Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta, Hardi Hasan menambahkan Dahlan Iskan merupakan seorang yang mampu memperbaiki rumah tangga PSSI yang telah retak yang berimbas kepada prestasi sepak bola Indonesia dalam kancah internasional. “Presiden sudah tentu mengizinkan beliau,” imbuh Hardi.

Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

http://www.tribunnews.com/2012/01/06/ferry-persoalan-sudah-berat-sby-akan-restui-dahlan-iskan

Kategori:Uncategorized

Dahlan Iskan Dinilai Dapat Gantikan SBY

Dahlan Iskan

Liputan6.com, Jakarta: Nama Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan kian meroket setelah berhasil mengangkat nama PLN. Terlebih Dahlan Iskan piawai dalam membangun opini positif di media massa. Sosok Dahlan pun dinilai cocok untuk menggantikan posisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilu 2014.

“Untuk 2012 ke depan kemungkinan nama Dahlan juga akan muncul. Jika nanti kalau Dahlan Iskan terus membaik maka dia dapat menjadi pengganti SBY di tahun 2014,” ungkap Direktur Riset Developing Countries Studies Center (DCSC) Abdul Hakim saat ditemui usai menggelar laporan tahunannya di Kantor DCSC, Jakarta, Sabtu (7/1).

Lebih lanjut Hakim mengatakan, selama ini baru ada satu partai besar yang melirik Dahlan untuk dijagokan sebagai Capres 2014 yakni Partai Keadilan Sejahtera meski tidak secara terang-terangan. Jika popularitas Dahlan terus meroket maka pada akhirnya Dahlan juga akan ditetapkan sebagai kandidat yang patut diperhitungkan.

“Saya pikir kalau PKS perolehan suaranya bisa mencalonkan sendiri dan popularitas Dahlan terus membaik juga akan dicalonkan juga. Karena manuver Dahlan dalam dua bulan terakhir ini juga luar biasa,” jelasnya. “Jadi tahun 2014 itu bukan siapa-siapa, bisa jadi nama-nama baru ini bisa muncul dan dijagokan,” pungkas Hakim.(JUM)

Riski Adam

http://berita.liputan6.com/read/371107/dahlan-iskan-dinilai-dapat-gantikan-sby

Kategori:Uncategorized

Mereka yang Mau Membunuh Karakter Dahlan Iskan dan Jokowi

Januari 7, 2012 4 komentar

Dahlan Iskan

Konon dari setiap 20 orang ada, ada satu orang yang tidak menyenangi diri kita. Paling tidak orang itu kurang sreg dengan diri kita. Ukuran ini sangat bisa dimengerti. Coba kita lihat di tingkat RT yang kira-kira warganya ada 30 kepala keluarga, pasti ada saja tetangga yang ngrasani diri kta. Makanya jarang ada orang yang mau jadi ketua RT karena tugas utamanya adalah ngurusi ‘kerukunan’ tetangga. Yah, namanya saja RT (Rukun Tetangga), wajar saja permasalahan utamanya sering berkutat pada hal-hal yang tidak membuat rukun antar tetangga.

Jangankan ada perbuatan kita yang kurang baik, kita berbuat baik saja kadang-kadang susah. Misalnya di RT kita mengusulkan sesuatu demi kemajuan dan kebaikan lingkungan kita, ada saja yang bisik-bisik dengan nada sumbang: “Wah… itu sih cuma cari muka!”

Nah, orang sirik ternyata juga tidak hanya ada di tingkat RT. Kalau kita amati, tidak ada yang menarik dari reshuffle kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang dilakukan SBY kecuali satu hal, yaitu masuknya Dahlan Iskan sebagai Menteri Negara BUMN.

Yang menarik sebenarnya bukan reshuffle-nya, tetapi si Dahlan Iskan-nya. Coba bayangkan, dari hanya seorang kuli tinta sebuah koran kecil sampai akhirnya jadi konglomesari media. Apa itu bukan sebuah prestasi yang menarik? Dari ‘hanya’ seorang tukang koran diangkat jadi direktur utama PT.PLN, apa itu bukan sesuatu yang hebat?

Wajar saja ketika akhirnya Dahlan Iskan dipanggil ke istana negara untuk menduduki kursi menteri di Kementerian BUMN berita tentang Dahlan lebih populer daripada berita tentang presidennya sendiri.

Hal yang menarik dari seorang Dahlan Iskan bukan sosok tinggi besar yang gagah dengan penampilan dan nada bicara yang meyakinkan. Yang banyak dikagumi dari Dahlan Iskan adalah visi dan misinya yang diikuti dengan prestasi. Kalau sekedar buat visi dan misi sih para birokrat dan politisi itu sudah jagonya, tatapi jarang ada misi dan visi itu yang diikuti dengan sebuah prestasi.

Dahlan Iskan memang boss (pejabat) yang berpenampilan kuli. Sulit ditemukan dari antara pejabat yang sekarang ada, yang kebanyakan kerjanya kurang prestasi tetapi kemana-mana selalu berdasi. Jadi jangan salahkan bila banyak orang mengagumi sosok Dahlan Iskan.

Seperti halnya yang terjadi di tingkat RT, maka selain komentar yang mendukung sosok Dahlan Iskan tidak sedikit pula yang menilai apa yang dilakukan Dahlan sebagai upaya pencitraan diri. Istilah tingkat bawahnya adalah cari muka. Upaya membuat kesan baik terhadap dirinya sendiri.

Bila yang dimaksud sebagai pencitraan itu adalah upaya menimbulkan citra/kesan seolah-olah baik dan berprestasi padahal kerjanya nol, sih itu bisa diterima. Namun bila Dahlan Iskan itu memang terbukti bersih dan nyata menghadirkan banyak prestasi, apakah apa yang dilakukan Dahlan itu sebagai sebuah pencitraan?

Saat ini muncul sosok lain yang mirip Dahlan Iskan, Walikota Solo Joko Widodo yang akrab dipanggil sebagai Jokowi. Walikota ini sudah lama memperjuangkan kepentingan daerah yang dipimpinnya sehingga tidak gentar menentang kebijakan pejabat atasannya.

Baru-baru ini Jokowi membuat ‘geger’ suhu politik nasional dengan menjajal mobil rakitan anak-anak SMK sebagai mobil dinas. Apa yang dilakukan Jokowi itu sebenarnya untuk menunjukkan dukungannya kepada hasil karya anak bangsa sendiri yang selama ini memang langka dukungan.

Kontan saja apa yang dilakukan Jokowi segera mencuatkan banyak tanggapan. Ada yang mendukung, tak kurang pula yang mencela. Rupanya Jokowi pun seperti Dahlan Iskan, banyak yang merasa salut dengan prestasinya ada pula yang mengecap apa yang dilakukan Jokowi sebagai sebuah pencitraan.

Mereka yang bernada mencela dan selalu melontarkan istilah ‘pencitraan’ itulah sebenarnya yang ingin membunuh karakter dua tokoh yang banyak dikagumi banyak rakyat kecil ini. Mereka adalah yang sudah terlanjur menikmati hidup mewah dan dibiayai dengan uang rakyat dan mereka yang berseberangan pendapat.

Komentar Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Jokowi hanya sebagai cari muka adalah contoh nyata sebuah upaya pembunuhan karakter. Benar memang mobil Esemka itu perlu uji laik jalan sebelum dapat digunakan di jalanan tetapi komentarnya yang sinis “nanti kalau nubruk kebo gimana” tak lebih dari sekedar komentar orang sirik dan mencela. Masak iya mobil itu akan dijalankan di sawah sehingga nubruk (menabrak) kerbau pak gubernur?

Dengan kenyataan ini kita memang tidak dapat menggantungkan harapan terlalu banyak pada Dahlan Iskan dan Joko Widodo tetapi kita memerlukan sosok seperti mereka yang lebih banyak.

Selamat berjuang Pak Dahlan dan Pak Jokowi!

gambar : tempo

Mugito Guido Kompasiana

http://politik.kompasiana.com/2012/01/06/mereka-yang-mau-membunuh-karakter-dahlan-iskan-dan-jokowi/

Kategori:Uncategorized

‘Dahlan Iskan Calon Ketum PSSI Terbaik’

Januari 4, 2012 1 komentar

INILAH.COM, Jakarta – Ketua Umum Forum Pengurus Provinsi PSSI (FPP) Dwi Irianto angkat bicara terkait sosok calon Ketua Umum baru PSSI, Dahlan Iskan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, melalui Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) yang dihelat di Hotel Pullman beberapa waktu lalu, mayoritas pemilik suara sah PSSI menyerahkan mandat sepenuhnya kepada Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan yang kini mendera sepakbola nasional.

Para pemilik mayoritas suara PSSI juga memutuskan untuk melakukan kudeta konstitusional terhadap PSSI dan menyerukan untuk digelarnya Kongres Tahunan pada 6 Januari 2012 di Bandung, Jawa Barat, dan Kongres Luar Biasa pada 6 Maret mendatang di Surabaya.

Terkait urusan Kongres Luar Biasa nanti, Pengprov Jawa Timur PSSI berniat untuk mencalonkan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai calon Ketua Umum PSSI yang baru.

Menurut Ketua Umum FPP, Dwi Irianto, sosok Dahlan Iskan sendiri merupakan kandidat Ketum PSSI yang terbaik saat ini, jika dilihat dari kinerja yang telah ditunjukkannya selama ini.

“Menurut saya, Pak Dahlan Iskan merupakan sosok pribadi yang sangat cocok untuk menjadi Ketua Umum PSSI,” ujarnya saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (4/1/2011) pagi WIB.

“Sejauh ini dia cepat dan tanggap, serta tidak ada cacat dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. Dia juga memiliki prestasi yang sangat baik di bidangnya,” sambungnya.

“Untuk masalah kepemimpinan saya rasa dia tidak memiliki masalah karena dia saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN, jadi jelas dia tahu banyak. Kalau menurut saya, dia adalah calon kandidat yang terbaik.”

Ditambahkan Irianto, yang terpenting bagi Dahlan Iskan adalah jangan sampai urusan negara mengganggu fokusnya dalam mengurusi sepakbola nasional.

“Dia kan saat ini masih menjabat sebagai asisten Presiden. Oleh karenanya, dia harus mendapatrkan izin dulu dari Presiden jika ingin mencalonkan diri.”

“Dia saat ini masih terikat dalam urusan negara. Nah, yang penting jangan sampai urusan negara menghambatnya dalam mengurusi sepakbola nasional,” tandasnya.

 

http://bola.inilah.com/read/detail/1814998/dahlan-iskan-calon-ketum-pssi-terbaik

Kategori:Uncategorized

Cengengesan, Dahlan Iskan Pesan Esemka

Jakarta - Sudah banyak pejabat yang menyatakan keinginannya memiliki mobil Esemka buatan pelajar SMK di Solo. Tak terkecuali, Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menyatakan hal serupa.

“(BUMN) Nggak (wajib), saya saja dulu. Aku dulu beli lah,” kata Dahlan sambil tertawa saat ditanya soal wajib pembelian Esemka untuk perusahaan BUMN ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (4/1/2012).

Sayangnya Dahlan terlihat tak serius saat menyampaikan hal itu. Sambil tertawa, Dahlan bertanya balik kepada wartawan yang menghampirinya. “Warna apa yah? Terserah kalian, mau biru mau putih saya beli,” katanya.

Dahlan Iskan juga sempat melarang perusahaan BUMN ikut-ikutan membuat mobil nasional seperti Esemka. Ia berharap mobil nasional digarap oleh pelaku swasta saja.

“BUMN janganlah. Yang berbisnis biar swasta. Jangan semua bisnis dipegang BUMN. Biarkan rakyat yang berbisnis. Bukan negara,” katanya.

Dahlah sayang enggan merinci maksudnya itu, bahkan ia juga tak banyak komentar soal produksi mobil Esemka mengajak swasta nasional seperti Astra. “Tanyakan saja sama Astra,” ujar Dahlan sambil tertawa.

Mungkin Dahlan lupa, jika selama ini ada BUMN yaitu PT Industri Kereta Api (INKA) yang juga membuat mobil nasional bermerek GEA. Bahkan mobil GEA digadang-gadang akan menjadi mobil murah yang sudah banyak dipesan oleh pemerintah daerah.

 

http://oto.detik.com/read/2012/01/04/204157/1806952/1207/cengengesan-dahlan-iskan-pesan-esemka

 

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.